Kembali Menulis

Apa kabar Neng manis abang sayang para pembaca setia irvan setya dot com ? *kali aja ada* 😝

Gimana kabarnya di penghujung tahun 2018 ini? Masih relevankan resolusi-resolusi yang diazzamkan awal tahun lalu? Atau sudah hopeless dan menikmati akhir tahun dengan 'bodo amat'... 😁

Aaaanywaay... been a very long time since last post. Saya lagi agak repot sama bisnis yang lagi dirintis. Dan karena ada di fase new born, satu tahun ini jadi banyak banget yang dipertaruhkan supaya tetap survive.

Nanti saya cerita lebih lengkap soal bisnis ini ya 😉

Nah sesuai judul post ini, saya lagi mau banget kambali menulis. Bukan sekedar iseng-iseng dan demi eksistensi aja. Tapi juga karena kebutuhan diri.

Let me explain...

Kita tentu sadar dong dengan era media sosial saat ini dimana setiap orang bisa dengan mudah mendongkrak eksistensi dan melakukan panjat sosial banyak informasi bertebaran. 

Banyaknya informasi ini dibarengin sama format penyampaiannya yang pendek dan dibikin sesimple mungkin. Contohnya ya seperti post di twitter, instagram, atau facebook, dan versi utuh dari informasinya di-link ke website atau halaman lain.

Masalahnya nggak semua orang punya quota kemauan buat klik linknya dan lihat info sepenuhnya. Saya salah satunya. Akhirnya kita jadi terbiasa terpapar info-info yang hanya sekilas. Cetek. Dan hanya menyentuh permukaan.

Sadar-nggak sadar ini bikin kita, at least saya, jadi punya attention span yang rendah banget. Gampang terdistraksi, dan nggak bisa komitmen menyelesaikan informasi yang terlalu panjang. Buktinya cukup banyak buku yang saya baca lalu tinggalin sebelum selesai.

Sekali lagi, setidaknya itu saya yaa... 😊

Nah karena itu saya latihan dan maksain diri buat baca buku dengan beli beberapa buku baru yang benar-benar saya minat. 


Ini dia buku-bukunya.
Tapi selain attention span, cara komunikasi saya juga terpengaruh. Mungkin karena terbiasa nulis yang juga singkat-singkat, macem di twitter, caption instagram, atau status facebook.

Rasanya cukup sering kesulitan buat merangkai kata yang tepat sama lawan bicara. Karena pastinya ngomong sama istri, beda dong sama calon klien. Gitu juga sama temen tongkrongan, pasti beda juga sama narasumber yang notabene pejabat publik 😊

Jadi karena itulah saya juga maksain diri untuk nulis. Paling tidak saya bisa nulis review dari buku-buku yang sudah dibeli kalo mati gaya nggak ada yang bisa dibahas, he he he he...

Diusahakan setiap hari sekali. Tapi kalau nggak bisa paling tidak seminggu 2 kali. Memang harus dipaksa sih kalau mau terbiasa 😉

Nah karena itu sampai ketemu di postingan-postingan selanjutnya. Mudah-mudahan apa yang saya tulis dan share bisa bermanfaat untuk kamu, Sobat Muda.

C ya ...

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Kembali Menulis"

Post a Comment