Rencana Jangka Panjang Yang Semakin Pendek


Apa hubungannya judul rencana jangka panjang yang semakin pendek dengan berita tentang Go Pro yang mau bangkrut?

Jadi begini, Sobat Muda...

Saya dapat foto cuplikan dari surat kabar di atas dari email salah seorang mastah internet marketing yang saya subscribe. Walaupun sebelumnya sudah pernah baca berita tentang ini dan pernah mendengar gelagatnya, tapi begitu ada yang meng-capture potongan dari koran yang notabene media offline, saya jadi makin sadar kalau ini adalah sesuatu yang besar.

Ya gimana nggak yah... Sampai saat ini kita masih sering refleks menyebut action cam dengan Go Pro, karena memang dia adalah brand yang pertama mengeluarkan jenis kamera sekecil, seringkas, setangguh, dan (dengan hasil) sebagus itu. Sehingga orang dengan mudah menjadikan Go Pro sebagai merk yang top of mind kalau ngomongin action cam.

Mudahnya, Go Pro itu ibarat Aqua lah kalau di kelas minuman kemasan.

Sampai sekarang kita juga masih suka menyebut Aqua kan kalau pesan air mineral, dan nggak protes seandainya yang disodorin justru Ades, VIT, atau bahkan merk absurd macem 'Semoga Kembung', he he he he he...

No. There's no such things like that brand.

Lanjut...

Nah, makanya banyak yang nggak percaya kalau brand sebesar Go Pro yang sudah 'megang' banget di kelasnya justru nyaris tumbang? Padahal tadinya kita saya pikir kalau sudah punya brand yang nempel di kepala orang-orang bisnis kita bakal long lasting, kaya Aqua gitu.

Hmm... Belakangan saya sadar kalau kedua brand ini ada di ranah yang berbeda, dan nggak apple to apple buat membandingkan keduanya. Aqua di bisnis retail, sedangkan Go Pro cenderung ke digital.

Inovasi Harga Mati

Saat ini kita sudah bukan lagi baru masuk di era digital. Kita sudah melangkah cukup jauh dan bahkan sudah melewati fase 'pendahuluan' dan 'kata pengantar'. Dan cepatnya perubahan dan perkembangan di era binary ini sudah banyak makan korban. Tumbangnya Go Pro cuma salah satu saja.

Bolehlah kita bayangin kalau di dasar jurang nestapa sudah ada Kodak, Nokia, Blackberry dan lain-lain yang dadah-dadah sambil ngajak tos-tosan...

"Welcome to the club, Brooooo..." teriak mereka

Meskipun Blackbarry sepertinya lagi berusaha come back dengan upaya-upayanya belakangan. Mudah-mudahan bisa kita bahas lain waktu ya :)

Silahkan gugling di link ini dan kita bisa lihat apa saja daftar dosa Go Pro sampai bisa terjerembab. Tapi kalau mau dikonklusikan semuanya bersumber dari satu kesalahan : minim inovasi.

Inovasi ini ternyata penting banget untuk kita bisa catch up dengan perkembangan pasar. Dan ini bisa, bahkan harus, kita aplikasikan jika kita bekerja di ranah digital. Mau jadi agency, digital marketer, punya toko online, atau bahkan... blogger.

Jadi Blogger Inovatif

Iya. Bahkan jadi blogger pun harus inovatif kalau mau personal branding kita tetap nempel di benak pembaca.

Yang paling gampang begini...

Coba tentukan audiens pembaca kita! Menyenangkan kalau tulisan kita bisa dibaca semua kalangan dari semua usia, tapi tentukan di segmen mana kita paling nyaman. Analoginya kaya teman deh. Kita paling enak ngobrol sama teman yang kaya gimana? Usia berapa? Ngobrolin tentang apa?

Nah, itu yang akan jadi patokan. Sesuaikan gaya bahasa, dan terutama update terus info dan isu yang sesuai dengan 'teman' kita itu. Isu yang spesifik ini istilahnya niche atau ceruk.

Nggak masalah kalau kita ngeblog sekedar seru-seruan dan mau nulis apa pun sesukanya saja. Tapi kalau mau serius membangun personal branding melalui blog atau website, pemilihan niche ini penting supaya kita mudah diingat pembaca.

Setelah itu sebisa mungkin rutinkan dan buat jadwal posting di blog. Lebih baik lagi kalau bisa rutin di hari-hari tertentu, biar tulisan kita selalu dinanti-nanti. Ya macem Pak Pos di jaman nenek kita pacaran dulu deh :p

Terakhir share di sosial media dan bikin interaksi di situ, tapi tetap selalu arahkan pembaca ke blog biar terjadi traffic ke blog. Percaya deh, akan ada banyak banget manfaat kalau traffic blog kita sudah tinggi. Baik manfaat dalam hal personal branding atau manfaat... finansial, he he he he he.

Gimana Dengan Bisnis Online?

Beberapa waktu lalu Mark Zuckerber mengumumkan kalau Facebook mengubah algoritmanya, dan membuat orang-orang jadi lebih banyak berinteraksi sama keluarga, saudara, teman-teman, dan komunitasnya saja di news feed Facebook.

Perubahan ini harus diakui agak merugikan buat pebisnis online yang memanfaatkan Facebook, khususnya Facebook Advertising, untuk mencari traffic. Nggak sedikit yang penjualannya merosot tajam.

Sebelumnya juga beberapa influencer yang biasa mencari dolar melalui Youtube sempat kicep karena aturan baru mengharuskan channel Youtube memiliki 4000 jam tayang dan 1000 subscriber supaya iklan bisa ditayangkan.

See?

Perubahan yang mendadak dan nggak pakai tendeng aling-aling harus bikin siapa pun yang memanfaatkan internet untuk berbisnis cukup adaptif kalau nggak mau ikut tergilas seperti brand-brand yang sebelumnya disebutkan.

Hal ini juga yang bikin kita dituntut untuk fleksibel terhadap perubahan rencana.

Tentang Jangka Waktu Dalam Rencana

Saya sudah sebut sebelumnya soal betapa cepatnya perubahan di era digital. Kamu juga mungkin sudah merasakan, Sob.

Sempet ikutan pakai Snapgram, sekarang sudah sepi aja yang pakai. Belum lama juga ngetren pakai Path, sekarang sudah berkurang hype-nya.

Makanya saya berasumsi kalau jangka waktu dalam rencana itu semakin ke sini semakin bergeser skalanya. Kalau dulu jangka pendek sekitar 1 tahun, jangka menengah 5 tahun, dan jangka panjang 10 tahun, sekarang bisa jauh lebih singkat.

Jangka pendek dalam hitungan jam sampai hari, jangka menengah hitungan minggu, dan jangka panjang hitungan bulan.

Terasa nggak mungkin?

Hmm, ini fakta mengejutkan tentang saat ini...

Bisnis (dalam arti luas) di ranah digital itu rendah banget entry barrier-nya. Siapa saja bisa mulai berjualan atau membangun personal brandingnya dengan mudah dan murah. Ini artinya saingan kita makin hari makin banyak.

Kalau berbisnis di online, kita mungkin merasa menang dibanding yang jualan di offline karena sudah lebih maju selangkah, tapi jangan salah, nggak mengikuti perkembangan teknologi bisa bikin kita tergilas juga sama kompetitor.

Nah terus konklusinya apa?

Ya pastinya harus punya strategi dalam berinovasi dan bergeraklah dengan cepat!

Mulai bisnis atau bangun personal branding kita sekarang juga! Karena meskipun saingan hari ini jauh lebih banyak dari hari kemarin, setidaknya masih lebih sedikit daripada besok :D

Comments

  1. Bahas soal Blackberry nya juga doooonk. Hahahahaha

    ReplyDelete
  2. Luar biasa! Membuka wawasan beud dah artikel macem gini kang.


    👍👍👍👍👍👍

    ReplyDelete

Post a Comment