Asap Cair

Dua minggu lamanya nggak menyapa Sobat Muda, apa kabar semuanyaa?? :D

Sayah sendiri lagi gak sehat nih, lagi kena cacar. Katanya kan cacar tuh penyakit sekali seumur idup yah? Nah saya lagi berusaha mengingat2, perasaan waktu kecil udah pernah cacar deh, kok ya sekarang bisa kena lagi?

Soalnya berasa sedih banget kena cacar hari gini, secara harusnya mulai hari jumat lalu saya start marathon ngerjain project buat salah satu TV Swasta selama sebulan, tapi daripada nularin ini virus ke rekan2 produksi yg laen ya akhirnya saya milih untuk nggak kerja. Padahal ya, sebagai freelancer kalo gak kerja berarti gak ada uang, hwaaa... Miskin dah :'(

Tapi yah, dibalik batu kan selalu ada udang, di balik setiap musibah juga selalu ada hikmahnya. Sisi baik dari semuanya sayah jadi punya waktu lebih di rumah, dan bisa ngapdet blog juga tentunya, hurraayy... :)


So, mau sedikit cerita dan berbagi info tentang apa yg baru saya kerjain sebelum ini. Saya abis bikin film dokumenter buat kantor berita Antara. Tentang pemanasan global dan teknologi hijau yang bisa menanggulanginya. Nah, teknologi hijau yang diangkat ini tentang asap cair.

Asap cair yang dimaksud pernah juga diangkat jadi film dokumenter yg dilombakan di Eagle Award taun 2009 lalu, judulnya Sang Pengumpul Asap, kali aja ada yg pernah inget. Seneng banget, gara2 project ini jadi bisa silaturahmi lagi sama Pak Mamad, yang punya pabrik arang batok kelapa yg juga memproduksi asap cair ini.

Secara pribadi saya melihat Pak Mamad ini sosok yg cukup inspiratif. Dia bukan orang yg berpendidikan tinggi, sekolahnya cuma sampe SD, tapi dia orang yang selalu mau tahu dan dengan cerdas memuaskan rasa ingin tahunya. Sayah belajar banyak banget dari beliau.

Mulai dari tahun 1985 ketika Pak Mamad masih kerja di pabrik pembuatan genteng di Sukabumi, pabriknya membutuhkan suplai arang batok untuk bahan bakar produksi genteng. Melihat ada permintaan, Pak Mamad menganggapnya sebagai peluang, akhirnya dia memutuskan untuk keluar dari pabrik dan membuka industri arang batok kelapa sendiri. Padahal waktu itu Pak Mamad masih belom tau gimana caranya bikin arang batok. Jadi saat itu dia murni learning by doing menjalankan usahanya.
Tahun demi tahun berlalu, usaha Pak Mamad berkembang, begitu juga desa Cinangneng tempat Pak Mamad mendirikan industri kecilnya. Pabrik kecil Pak Mamad yang sengaja didirikan di tempat jin buang anak biar nggak mengganggu penduduk, sekarang justru menghadapi dilema, karena di sekitarnya makin banyak rumah2 penduduk. Dan pastinya asap yang timbul dari hasil pembakaran arang bisa mengganggu mereka yang tinggal disana. 

Singkat kata, Pak Mamad mulai berpikir gimana caranya supaya mengurangi asap yang timbul dari hasil pembakaran batok kelapanya.

Nah, pucuk dicinta, sekitar tahun 2006 ada orang Jepang yang dateng dari Jepang (cukup jelas ya, masa dari Nigeria?!) dan secara nggak sengaja liat asap mengepul2 dari pabrik Pak Mamad dan dia bertanya, kenapa asapnya dibiarin terbuang gitu aja? Sayang banget. Kalo di Jepang asap sebanyak itu udah dijadiin asap cair.

Hal itu berlalu begitu aja karena Pak Mamad juga gak ngerti asap cair itu apa. Paling menurut pengakuannya, mulai saat itu dia suka menampung tetesan minyak hitam hasil pengembunan asap yang terjadi. Dan dengan semangat coba2, minyak itu disemprotkan ke tanaman biar gak diganggu hama, dan voila! Itulah cikal bakal asap cair grade 3 yang berfungsi sebagai pestisida alami.


Tapi saya percaya nasib baik emang selalu menyertai orang2 baik, sekitar setahun setelah kedatangan si orang Jepang, Pak Mamad ketemu Pak Rokhani, dosen IPB yang memperkenalkan dia dengan teknologi pembuatan asap cair. Sampai akhirnya disela2 pembuatan arang batoknya Pak Mamad juga memproduksi asap cair.


Beberapa fakta hasil riset saya untuk film, yang mungkin kamu mau tahu, tentang asap cair diantaranya:
  • Dari 200 kg batok kelapa dapat menghasilkan 30 – 40 liter asap cair.
  • Di pabriknya, Pak Mamad bisa menghasilkan 700-500 liter asap cair per bulan untuk asap cair grade 3.
  • Asap cair grade 3 bisa dimurnikan lagi dengan cara diendapkan tar-nya (sekitar seminggu) dan didestilasi lagi.
  • Pemurnian asap cair dari grade 3 ke 2 mengalami penyusutan sekitar 10 %, begitu juga dari grade 2 ke 1.
  • Diantara kegunaan asap cair diantaranya adalah sebagai pestisida alami, pengawet alami, desinfektan, perasa aroma asap, dll.
  • Asap cair yang bisa digunakan untuk bahan tambahan makanan (e.g. pengawet ikan) adalah yang grade 1 atau grade 2.
  • Asap cair yang diproduksi belum punya pelanggan tetap. Diduga karena kebanyakan industri yang menggunakannya masih trial & error.
  

Foto di sebelah kiri atas adalah perlatan sederhana yang digunakan Pak Mamad untuk membuat asap cair. Prinsipnya sederhana aja, asap hasil pembakaran batok kelapa di drum ditampung dan dialirkan ke bak barisi air yang berfungsi sebagai kondensor. Dan di sebelah kanan atas foto asap cair dari ketiga grade. Kelihatan kan bedanya?

Happy Monday anyway... :)



Previous
Next Post »

14 comments

Click here for comments
Miftahgeek
admin
20 Desember, 2010 22.42 ×

semoga cepet sembuh kang :)

cacar air emang katanya penyakit sekali seumur hidup, tapi kalo situ udah puber kedua kayaknya kena lagi deh :p

Reply
avatar
20 Desember, 2010 23.02 ×

lu waktu kecil campak kaliiii bukan cacarr kan sejenis duluuu rada2 mirip :)

Reply
avatar
pege17
admin
21 Desember, 2010 16.48 ×

bukannya kang Irvan itu udah punya cacar dari lama ya? Si kak Chiqa itu? :P

*kabur

Reply
avatar
primeedges
admin
23 Desember, 2010 10.20 ×

sumpah, blogspot mau keluar kolom komentar harus di refresh 4 kali! untung gw sabar dalam gatel! LOL

van, gw campak untuk ke... 4 kalinya, so lu wajib bersyukur baru dua kali,LOL, tapi cacar cuma sekali sih... :D

salut buat pak mamad :)

Reply
avatar
Anonim
admin
20 April, 2011 10.23 ×

bs tlg djelaskan komponen kimi yg ada dlm asap cair??terutama yg menyebabkan baux sgt tajam....

Reply
avatar
07 Juli, 2011 19.48 ×

thanks infonya maaf mas ivan sy anwar kalau boleh saya minta alamat lengkap pak mamad krn saudara saya juga mengalami hal yg sama dia memiliki pabrik pembuatan arang batok kelapa tetapi bingung dengan limbah asap yang ada krn mengganggu warga sekitar, dia ingin melihat prototipe alat pengumpul asapnya itu. mohon berkenan mengirimkan alamat pak mamad ke email saya di anwarpis@gmail.com. thanks infonya

Reply
avatar
b@le.Net
admin
02 November, 2011 11.17 ×

artikel yang menarik...., bisa menjadi inspirasi untuk produsen arang batok kelapa biar asap tidak mengganggu tetangga. mas ivan, bisa mohon dishare alamat pabrik/lokasi produksi pak mamad?jika berkenan, mohon diemail ke argo.blitar@gmail.com

Reply
avatar
09 Juli, 2012 07.04 ×

Artikel yang sangat bagus ... jadi penambah pengetahuan kita tentang bagaimana cara mengolah arang batok kelapa .

klo tidak keberatan saya juga minat untuk no telp dan alamat lengakapnya pa Mamad, sekalian juga mau berguru gitu mas.. mohon di kirim ke ame_jixs@yahoo.com atau ame.jixs@gmail.com

thanks

Reply
avatar
Arif
admin
15 Agustus, 2012 22.51 ×

Artikel yang sangat bagus dan sangat bermanfaat, saya sangat tertarik.
Saya jua ada produksi arang batok kelapa di Kabupaten Jember JATIM. hanya sebatas pembuatan arang batok kelapa.
saya juga tertarik untuk studi banding dengan pak. Mamad dan menambah ilmu. Kalau tidak keberatam, saya mohon bantuannya untuk bisa menghubungi pak Mamad (alamat rumah/pabrik arang, No. telepon bisa dikirim melalui email saya (X_ands@yahaoo.com)
Terimakasih Banyak

Reply
avatar
heri
admin
30 Juli, 2013 10.56 ×

mas irvan, bolehkah saya mendapat alamat lengkapnya Pak Mamad? alamat email saya heriarland@gmail.com

Reply
avatar
12 September, 2013 20.45 ×

salut buat pak mamad dengan kegigihannya...
btw, kl arang batok kelapa dengan pembakaran yang membutuhkan waktu lama apa masih bersisa?

Reply
avatar
05 November, 2013 10.56 ×

Mas Irvan, bolehkah saya mendapat alamat lengkapnya Pak Mamad? alamat email saya : setionodavid@gmail.com

Reply
avatar
azirich
admin
04 Januari, 2014 00.23 ×

iya saya juga minta detail alamat biodata no hp pak mamad? bolehemail saya di aziz.gedunk@gmail.com

Reply
avatar
wijaya rhmt
admin
11 Oktober, 2014 11.08 ×

iya saya juga minta detail alamat biodata no hp pak mamad? bolehemail saya di rhmtbae98@gmail.com

Reply
avatar
Thanks for your comment